Jumat, 13 Desember 2013

Review Jurnal: Aplikasi Nanopartikel Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Sebagai Wujud Kemajuan Nanoteknologi

Aplikasi Nanoteknologi
Nanopartikel dan nanoteknologi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Nanopartikel mutlak diperlukan dalam aplikasi dibidang teknologi nano (nanoteknologi). Nanoteknologi adalah rekayasa dalam pembuatan material (partikel), fungsional, maupun piranti dalam skala nanometer. Nanopartikel yang biasanya digunakan mempunyai ukuran 1 nm hingga 100 nm. Perlu diketahui bahwa 1 nanometer sama dengan 10-9  meter. Aplikasi nanopartikel tersebut merupakan kemajuan baru dalam bidang nanosains dan nanoteknologi. Beberapa tahun belakangan ini, kegunaan material berstruktur nano mengalami perkembangan yang sangat pesat. Nanopartikel yang berasal dari bahan organik maupun anorganik dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan seperti biologi, fisika, kimia, kesehatan, industri, bahkan dalam bidang militer.

Teknologi nano atau yang sering disebut nanoteknologi telah banyak digunakan dalam berbagai macam bidang kehidupan. Pada tahun 2006 telah muncul lebih dari 300 macam produk nanoteknologi di pasaran dan terus meningkat tiap tahunnya. Produk nanoteknologi tersebut diklaim adanya peningkatan sifat-sifatnya karena ada peran nanomaterial di dalamnya (Fernandez, 2012: 1).

Nanopartikel adalah material-material yang mempunyai ukuran nano (sangat kecil). Perlu diketahui bahwa 1 nanometer sama dengan 10-9  meter. Aplikasi nanomaterial atau nanopartikel yang biasanya digunakan mempunyai ukuran 1 nm hingga 100 nm. Aplikasi nanomaterial tersebut merupakan kemajuan baru dalam bidang nanosains dan nanoteknologi. Nanosains adalah ilmu yang mempelajari berbagai gejala-gejala alam yang berukuran nanometer. Contoh gejala alam maupun objek alam yang berukuran nanometer misalnya sintesis protein, partikel virus, partikel titanium dioksida/ platinum dan karbon nanotube. Nanoteknologi dapat didefinisikan sebagai aplikasi nanosains dalam berbagai bidang kehidupan. Nanoteknologi juga didefinisikan sebagai rekayasa dalam pembuatan material, fungsional, maupun piranti dalam skala nanometer (Dwandaru, 2012: 1).

Gejala alam atau objek nanometer bersifat mikroskopik karena mempunyai ukuran yang sangat kecil. Partikel mikroskopik mempunyai sifat/ karakter yang berbeda dengan partikel makroskopik yang berukuran lebih besar. Teori fisika klasik seperti mekanika Newton, thermodinamika, dan elektrodinamika klasik tidak cukup untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di dunia mikroskopik. Oleh karena itu, keberadaan teori mekanika kuantum menjadi sangat penting untuk mengungkap berbagai fenomena mikroskopis tersebut.

Sifat mekanis yang paling besar (maksimum) terjadi ketika ukuran partikel sangat kecil (berukuran nano). Semakin besar ukuran partikel (skala micrometer keatas), sifat-sifat mekanis justru berkurang, sedangkan ukuran partikel yang lebih kecil dari nanometer akan menghasilkan bahan amorphous. Sifat fisis lainnya yang menarik adalah sifat optis partikel nano, yaitu sifat optis bergantung pada ukuran partikelnya. Semakin besar ukuran partikel, maka emisi hasil uji sinar ultra violet (UV) akan bergeser ke arah warna merah yang mempunyai panjang gelombang makin besar, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini (Dwandaru, 2012: 3-4)

Nanoteknologi merupakan bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner, yaitu bidang kajian yang terkait dengan bidang kajian yang lain. Sebagai contoh, ilmu fisika terkait dengan ilmu kimia dan biologi akan menghasilkan berbagai aplikasi dalam bidang medis, alat rumah tangga, peralatan militer, dan lain sebagainya. Ilmu fisika dengan ilmu biologi saling berkaitan dan akan menghasilkan aplikasi di bidang lingkungan hidup. Ilmu kimia dengan biologi akan menghasilkan aplikasi di bidang kosmetik. Ilmu fisika dengan kimia akan menghasilkan aplikasi di bidang industri kaca, otomotif, dan lain sebagainya (Dwandaru, 2012: 5)

Beberapa tahun belakangan ini, kegunaan material berstruktur nano mengalami perkembangan yang sangat pesat. Nanopartikel yang berasal dari bahan organik maupun anorganik dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan seperti biologi, fisika, kimia, kesehatan, industri tekstil, bahkan dalam bidang militer (Saputra et al, 2011: 202; Sharma et al, 2009: 83-96).

Nanoteknologi sebelum mengalami perkembangan yang sangat pesat seperti sekarang ini, sebenarnya pada jaman dahulu sekitar abad ke-10 sudah ada yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada waktu itu di kawasan Timur-Tengah sudah ada industri pembuatan pedang yang mengandung silinder nano karbon (carbon nanotubes). Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka telah mengaplikasikan nanoteknologi karena ilmu pengetahuan yang belum berkembang secara spesifik seperti sekarang ini. Oleh karena itu, mengkaji tentang aplikasi nanoteknologi sangatlah menarik, tidak akan pernah lekang oleh waktu, dapat menambah wawasan ilmiah, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan (nano) teknologi.

Artikel selengkapnya dapat di download dalam bentuk powerpoint di link berikut ini: Download Powerpoint Nanoteknologi

Reaksi:

2 komentar:

Setia Erlila mengatakan...

Apa sih referensi yang bisa digunakan untk membahasa tntang aplikasi nanopartikel?

Hepta Jayawardana mengatakan...

Referensi bisa diambil dari mana saja. Mnurut saya referensi dari jurnal baik nasional/internasional akan lebih baik dan mudah dcari.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes